KATA PENGANTAR

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan waktu kepada kita sehingga kita masih di berikan kesempatan dan waktu kepada kita sehingga kita masih di berikan kesehatan dan keakfiatan untuk bisa menyusun makalah mata kuliah Belajar dan Pembelajaran ini, sehingga makalah ini bisa tersusun dengan baik. Salawat serta salam tak lupa pula kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta ahli warisnya sekalian.

 

Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan – kekurangan yang mungkin di luar dari pengetahuan kami. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun dari Ibu dan teman – teman sangat kami harapkan, sebagai pelajaran bagi kami untuk kedepannya bisa lebih baik.

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar

Daftar Isi

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

i

ii

BAB I

 

 

 

 

BAB II

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

 

 

Daftar Pustaka

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

  1. Latar Belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  2. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
  3. Tujuan dan Manfaat. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

     

Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.1 Prinsip – prinsip Interaksi Edukatif . . . . . . . . . . . . .

2.2 Tahap – tahap Interaksi Edukatif . . . . . . . . . . . . . .

2.3 CBSA dalam Interaksi Edukatif . . . . . . . . . . . . . . . .

2.4 Pola Pelaksanaan Keterampilan Proses dan CBSA..

2.5 KeberhasilannInterksi Edukatif . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

Penutup. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

3.1 Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

3.2 Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

1

1

1

1

 

2

2

3

3

5

5

 

8

8

8

 

9

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

    Interaksi edukatif adalah sebuh interaksi yang tidak pernah sepi dari masalah. Perencanaan yang di anggap selesai dengan baik, ternyata dalam pelaksanaannya terkadang ditemui masalah yang tak terduga sebelumnya. Di sisi lain, permasalahan juga muncul pada anak didik kurang mampu menerapkan perolehannya, baik berupa pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai ke dalam situasi yang nyata dan berlainan. Kebanyakan anak didik hanya menerima informasi dan kurang dapat memahami hubungan dengan dunia lingkungannya.

    Hal ini di sebabkan bahan pelajaran yang di berikan oleh guru dalam bentuk penjelasan kurang atau tidak di kaitkan dengan situasi lingkungan nyata. Sebanyak apapun bahan yang di berikan kepada anak didik, maka anak didik akan kurang mampu menerapkan perolehannya itu, bila guru menjelaskan bahan pelajaran tidak dikaitkan dengan situasi nyata yang sedang dihadapi dan dirasakan oleh anak didik.

 

1.2    Rumusan Masalah

    2.1    Pengertian Interaksi Edukatif

2.2    Prinsip – prinsip Interaksi Edukatif

2.3    Tahap – tahap Interaksi Edukatif

         2.4 CBSA dalam Interaksi Edukatif

         2.5 Pola Pelaksanaan Ketempilan Proses dan CBSA

         2.6 Keberhasilan Interkasi Edukatif

 

1.3    Tujuan dan Manfaat

    Adapun tujuan dari pembahasan ini yaitu agar kita bisa mengetahui cara mendidik yang baik.dengan cara melakukan interaksi eduktif antara guru dengan anak didik dalam rangka mencapai tujuan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1    Pengertian Interaksi Edukatif

 

    Interaksi edukatif adalah sebuah interaksi belajar mengajar, yaitusebuah proses interaksi yang menghimpun sejumlah nilai (norma) yang merupakan substansi sebagai medium antara guru dengan anak didik dalam rangka mencapai tujuan.

    Dalam interaksi edukatif ada dua buah kegiatan yakni kegiatan guru di satu pihak dan kegiatan anak didik di lain pihak. Guru mengajar dengan gayanya sendiri dan anak didik belajar dengan gayanya sendiri. Guru tidak hanya mengajar , tetapi juga belajar memahami suasana psikologi anak didik dan kondisi kelas.

    Dalam mengajar, guru perlu memahami gaya-gaya belajar anak didik. Kerelevansian gaya-gaya mengajar guru dengan gaya-gaya belajar anak didik akan memudahkan guru menciptakan interaksi edukatif yang konsif. N.A Ametembun, (1985) mengatakan bahwa suatu interaksi yang harmonis terjadi bila dalam prosesnya tercipta keselarasn, keseimbangan, keserasian antara kedua komponen itu, yaitu guru dan anak didik.

    Banyak kegiatn yang harus guru lakukan dalam interaksi edukatif, diantaranya memahami prinsip-prinsip interaksi edukatif, menyiapkan bahan dan sumber belajar, memilih metode, alat, dan alat bantu pelajaran, memilih pendekatan, dan mengadakan evaluasi setelah akhir kegiatan pelajaran. Semua kegiatan yang di lakukan guru harus di dekati dengan pendekatan sistem. Sebab pengajaran adalah suatu sistem yang melibatkan sejumlah komponen pengajaran. Tidak ada satu pun dari komponen itu dapat guru abaikan dalam perencanaan pengajaran, karena semuanya saling terkait dan saling menunjang dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.

 

2.2    Prinsip – prinsip Interaksi Edukatif

    Prinsip – prinsip ini diharapkan mampu menjebatani dan memecahkan masalah yang sedang guru hadapi dalam kegiatan interaksi edukatif.Untuk tiu semua prinsip yang akan diuraikan berikut ini sebaiknya guru kuasai dan pahami betul-betul agar kegiatan interaksi edukatif dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Prinsip – prinsip tersebut adalah :

  1. Prinsip motivasi
  2. Prinsip berangkat dari persepsi yang dimiliki
  3. Prinsip mengarah kepada titik pusat perhatian tertentu atau fokus tertentu
  4. Prinsip keterpaduan
  5. Prinsip pemecahan masalah yang dihadapi
  6. Prinsip mencari, menemukan, dan mengembangkan diri
  7. Prinsip belajar sambil bekerja
  8. Prinsip hubungan sosial
  9. Prinsip perbedaan Individual

 

2.3    Tahap – tahap Interaksi Edukatif

    R.D. Conners, mengidentifikasi tugas mengajar guru yang bersifat suksesif menjadi tiga tahap:

 

    1.    Tahap Sebelum Pengajaran    

        Dalam tahap ini guru harus menyusun program tahunan pelaksanaan kurikulum, program semester atau catur wulan (cawu),program satuan pelajaran (satpel), dan perencanaan program pengajaran. Dalam merencanakan program-program tersebut di atas perlu dipertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan :

  1. Bekal bawaan anak didik
  2. Perumusan tujuan pembelajaran
  3. Pemilihan metode
  4. Pemilihan pengalaman – pengalaman belajar
  5. Pemilihan bahan dan peralatan belajar
  6. Mempertimbangkan jumlah dan karakteristik anak didik
  7. Mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
  8. Mempertimbangkan pola pengelompokan
  9. Mempertimbangkan prinsip – prinsip belajar

     

    2.    Tahap Pengajaran

        Dalam tahap ini berlangsung interaksi antara guru dengan anak didik, anak didik dengan anak didik, anak didik dalam kelompok atau anak didik secara individual.Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan apa yang telah direncanakan. Ada beberapa aspek yang perlu di pertimbangkan dalam tahap pengajaran ini, yaitu :

  1. Pengelolaan dan pengendalian kelas
  2. Penyampaian informasi
  3. Penggunaan tingkah laku verbal non verbal
  4. Merangsang tanggapan balik dari anak didik
  5. Mempertimbangkan prinsip – prinsip belajar
  6. Mendiagnosis kesulitan belajar
  7. Memperimbangkan perbedaan individual
  8. Mengevaluasi kegiatan interaksi

 

    3.    Tahap Sesudah Pengajaran

        Tahap ini merupakan kegiatan atau perbuatan setelah pertemuan tatap muka dengan anak didik. Beberapa perbuatan guru yang tampak pada tahap sesuadah mengajar, antara lain :

        a.    Menilai Pekerjaan anak didik

        b.    Menilai pengajaran guru

        c.    Membuat perencanaan untuk pertemuan berikutnya

 

 

2.4    CBSA dalam Interaksi Edukatif

        Cara belajar siswa aktif (CBSA) atau
student active learning (SAL) bukan disiplin ilmu atau teori, melainkan merupakan cara, teknik atau dengan kata lain disebut teknologi.

        Sebagai konsep , CBSA adalah suatu proses kegiatan interaksi edukatif yang subjeknyaadalah anak didik yang terlibat secara intelektual dan emosional, sehingga ia betul – betula berperan dan berpartisipasi aktif dala melakukan kegiatan belajar. Pengertian ini menempatkan anak didik sebagai inti dalam kegiatan interkasi edukatif.

        Jadi, yang dimaksud dengan CBSA adalah salah satu strategi interaksi edukatif yang menuntut keaktifan dan partisipasi anak didik seoptimal mungkin, sehingga anak didik mampu mengubah tingkah lakunya secara lebih efektif dan efisien.

  1. Penerapan CBSA dalam Interkasi Edukatif
  2. Derajat aktifitas belajar yang optimal
  3. Indikator CBSA
  4. Indikator Keberhasilan belajar

 

2.5    Pola Pelaksanaan Ketempilan Proses dan CBSA

    1.    Pelaksanaan keterampilan proses

        Keterampilan proses adalah suatu pendekatan dalam proses interkasi edukatif. Keterampilan proses bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak didik menyadari, memahami, dan menguasai rangkaian bentuk kegiatan yang berhubungan dengan hasil belajar yang telah dicapai anak didik.

  1. Tujuan dan lingkup kegiatan
  2. Asas pelaksanaan kegiatan
  3. Bentuk pelaksanaan kegiatan
  4. Langkah – langkah pelaksanaan keterampilan proses

 

 

2.    Pelaksanaan Cara belajar siswa aktif

    a.    Tujuan dan ruang lingkup kegiatan CBSA

    b.    Asas pelaksanaan kegiatan CBSA

    c.    Bentuk pelaksanaan kegiatan CBSA

    d.    Langkah-langkah CBSA

 

2.6    Keberhasilan Interkasi Edukatif

    1.    Pengertian

        Suatu proses interaksi edukatif tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran khusus bahan tersebut.

 

    2.    Indikator

        Yang menjadi petunjuk, bahan suatu proses belajar itu dianggap berhasil adalah sebagai berikut :

  1. Dayaserap terhadap bahan pengajaran yang di ajarkan mencapai prestasi tertinggi, baik secara individual maupun kelompok.
  2. Perilaku yang di gariskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) telah di capai oleh anak didik, baik secara indiviadual maupun kelompok.

    3.    Penilaian Keberhasilan

        Keberhasilan interkasi edukatif biasanya di ukur dengan tes prestasi (hasil belajar).Berdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya, tes prestasi belajar dapat di manfaatkan untuk penilaian berikut :

  1. Tes formatif
  2. Tes Subsumatif
  3. Tes Sumatif

 

 

 

 

    4.    Tingkat keberhasilan

        Setiap interaksi edukatif selalu menghasilkan prestasi belajar. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tingkat mana prestasi belajar yang telah dicapai.

 

  1. Program perbaikan

        Taraf atau tingkat keberhasilan proses interaksi edukatif dapat dimanfaatkan untuk berbagai upaya. Salah satunya berhubungan dengan perbaikan proses interaksi edukatif itu sendiri.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1    Kesimpulan

    Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa dalam Interaksi Edukatif adalah bagaimana guru harus berusaha agar anak didik aktif dan kreatif secara optimal. Guru tidak harus terlena dengan menerapkan gaya mengajar tradisional. Karena gaya mengajar seperti itu sudah tidak sesuai dengan konsepsi pendidikan modern.

    Pendidikan modern menghendaki penerapan CBSA (cara belajar siswa aktif) dalam kegiatan interkasi edukatif. Guru bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing dan anak didik yang lebih aktif, kreatif dalam belajar.

 

3.2    Saran

    Melihat dari pembahasan tentang Interaksi Edukatif di mana peran seorang pendidik sangat penting untuk terciptanya interaksi secara baik. Untuk itu kepada guru maupun calon guru agar lebih memperhatikan serta belajar bagaimana bisa menjadi seorang pendidik yang lebih baik dan berguna bagi Nusa dan Bangsa.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  • Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. Psikologi belajar. Jakarta:Rineka Cipta, 1991
  • Djamarah, Bahri Syaiful. Guru Dan Anak Didik Dalam Interkasi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta 2005

        

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: